Selasa, 17 Mei 2016

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR AGRONOMI



LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR AGRONOMI
Tanaman Kacang Hijau Vigna radiata L (Vima)”
Dosen Ir. Edyson Indawan, MP
SEMESTER GANJIL 2015/2016














KELOMPOK 3 (Tiga)
NURUL SHOLEHUDDIN                 2014330069
MUMHAMMAD RODLI                   2014330064
KHAIRUDDIN                                   2014330034
KUNI MALYATAN MUKMINAH   2014330048
MEKAEL ROBERTOS MALO         2014330061
MELFINSINSIUS H PATI                 2014330060
PAULUS                                             2014330059
MUNAWIR GHAZALI                     2014330065
PRIMUS ADRIANUS LEDA                         2014330075
OKTAVIANUS DONA                      2014330071
MATEUS LERE RANGGA               2014330049
LAZARUS BOLIKOLIN                   2014330075

PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG - JAWA TIMUR
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
Dari sebuah makhluk hidup salah satunya adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai pengertian yang berbeda. Namun, proses pertumbuhan dan  perkembangan berlangsung secara beriringan dan saling berkaitan. Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan. Namun, efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang ditempat cahaya matahari akan lebih pendek dari pada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap. Peristiwa ini disebut dengan Etiolasi. Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.
                   Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh. Produksi auksin akan terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.
                   Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tidak tegar karena mengandung banyak air. Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
                   Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh cahaya pada pertumbuhan itulah dilakukan percobaan, yaitu dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada tanaman kacang hijau yang diantaranya yaitu pada tiga tempat antara lain gelap, terang dan lembab.

1.2.   Tujuan
Untuk membandingkan pertumbuhan batang kacang hijau di tiga tempat yang berbeda (tempat gelap, tempat terang dan tempat lembab).



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.   Deskripsi Tanaman
Tanaman Kacang hijau ( Vigna radiata L ) Merupakan salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang masi berfamili dengan  leguminasae yaitu kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya. Tanaman ini sudah banyak di kenal masyarakat indonesia yang menyebar luas keberbagai daerah terpencil. Tanaman ini diduga berasal dari kawasan india.

Klasifikasi kacang hijau

Kingdom                  : Plantae
Divisi                        : Spermatophyta
Kelas                        : magnoliophyta
Ordo                         : Rosales
Famili                       : leguminasae
Genus                       : vigna
Spesies                     : Vigna radiata L.

Morfologi Kacang hijau

ü  Batang

Tanaman kacang hijau memiliki batang berbatang tegak dengan tinggi mencapai 53 cm. Cabang menyamping pada batang utama, berbentuk bulat dan berbulu. Memiliki warna batang dan cabang hijau dan bila sudah tua batang berubah menjadi kecoklatan.

ü  Daun

Tanaman kacang hijau memiliki daun tiga helai dan memiliki letak berseling, tangkai dauan yang cukup panjang. Tanaman ini memiliki daun berwarna hijau dan kekuningan jika sudah layu atau mau gugur.

ü  Bunga

Tanaman kacang hijau memiliki bunga berwarna kuning yang akan muncul 28 – 33 hari, tersusun, dalam tandan, dan muncul pada batang. Pada tanaman ini terjadinya bunga terjadinya penyerbukaan sendiri.




ü  Polong atau kacang

Tanaman kacang hijau memiliki polong berbentuk selindris  dengan panjang 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Pada waktu mudah warna polong berwarna hijau, namun jika suda tua berwarna kehitaman atau coklat. Satu plog berisi 10-15 biji.

ü  Biji

Tanaman kacang hijau memiliki kacang lebih kecil di banding dengan kacang lainnya. Warna kacang hijau kebanyakan berwarna hijau atau hijau mengkilat.dan ada juga berearna kuning, coklat dan hitam
2.2.   Makna dan arti
Biji kacang hijau Vima-1 (Vigna sinensis – Malang) kulit bijinya lunak, daging biji cepat empuk ketika direbus, dan tekstur bijinya sesuai dengan preferensi pengusaha makanan (bubur kacang hijau, bakpia, dan onde-onde).
Keunggulannya potensi hasil tinggi 1,76 t/ha, umur genjah 57 hari, dan tahan penyakit embun tepung, biji mudah dipelihara dan dipanen, kandungan protein tinggi 28,0%, lemak rendah 0,4 %, dan pati tinggi 67,6 %.
Kehadiran varietas Vima 1 ini dapat sebagai alternatif petani dalam memilih benih unggul kacang hijau. Prospektif dikembangkan oleh industri benih tanaman  pangan.
    




















BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1.      Tempat dan waktu
a)      Tempat pelaksanaan
Pelaksanaan praktikum ini dilakukan dirumah/ kontraan
b)      Waktu pelaksanaan
            Rabu , 11 ‎November 2015
3.2.      Bahan dan alat
Adapun bahan dan alat yang digunakan antara lain :
1)      Cup
2)      Kapas
3)      Biji kecambah varietas (Vima 1)
3.3.      Cara kerja
Adapun cara kerja dari pelaksanaan praktikum kali ini yaitu :
Mempersiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan seperti cup 3 buah, kapas, dan 5 biji kacang hijau, kemudian dari masing-masing cup diisi kapas dan diberi air secukupnya, setelah itu dari masing-masing cup diisi 5 biji kacang hijau. kemudian cup diditaruk pada tiga tempat antara lain : tempat terang, tempat gelap dan tempat sejuk kemudian disimpan selama 1 minggu. 
3.4.      Parameter pengamatan
Hal-hal yang diamati dari praktikum ini :
1)      Mengukur tinggi tanaman
2)      Penyesuian tempat antara : Terang, gelap dan sejuk.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.      Hasil
No
Tempat
Presentase tumbuh
No
5 Biji kacang hijau
1
Terang
100%
Jumlah daun (Helai)
Pajang ke atas (cm)
Panjang ke bawah (cm)
1
2
3.4
6.1
2
2
3.3
5
3
2
3.5
4.8
4
2
3.9
5.4
5
2
3
5.1
RT
2
3.42
5.28
2
Gelap
80%
1
2
16.1
14
2
2
9
13.5
3
2
Tidak ada
10.5
4
Tidak ada
Tidak ada
1
5
Mati
Mati
Mati
RT
2
12.55
9.75
3
Sejuk
100%
1
2
16
13
2
2
12.5
13
3
Tidak ada
Tidak ada
2
4
Tidak ada
Tidak ada
0.5
5
Tidak ada
Tidak ada
0.5
RT
2
14.25
5.8


4.2.      Pembahasan
Pertumbuhan adalah suatu pertambahan ukuran yang bersifat irreversible karena bersifat multi sel maka pertumbuhan bukan saja dalam volume tetapi juga pertambahan dalam hal bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tinggkat kerumitan. Sedangkan perkembangan merupakan suatu perubahan yang teratur dan berkembang umumnya menuju keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks atau proses menuju kedewasaan.
            Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap perkembangan kecambah kacang hijau Phaseolus radiatus dalam gelap dan terang Percobaan ini menggunakan bahan biji kacang hijau Phaseolus radiatus sebanyak 5 biji. Dalam mengamati pertumbuhanya, proses pertama yaitu melakukan perendaman biji dalam cup selama beberapa menit. Perendaman ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biji yang baik yang ditandai dengan adanya biji yang tenggelam dan juga untuk menonaktifkan masa dormansi biji. Setelah perendaman, kemudian menyiapkan media tumbuh yaitu 3 cup yang berisi kapas pada dasarnya yang telah dibasahi. Masing-masing 3 cup  ditanam 5 biji dan ditandai menggunakan kertas label. Cup I diletakkan pada tempat yang gelap, Cup II ditempatkan pada terang dan cup III ditempatkan pada tempat sejuk, Pengamatan ini berlangsung selama 1 minggu.
            Hasil pengamatan pada kecambah kacang hijau Phaseolus radiatus yaitu pada daerah terang, pertumbuhan biji sangat baik memiliki kondisi daun yang hijau, batang kokoh, dan tumbuh subur. Rata-rata panjang batang dari daun  ke atas  yaitu 3,4 cm dan panjang batang dari daun ke bawah 5,28 cm dengan jumlah daun 2 helai, sedangkan presentase tumbuh yaitu 100%.
            Pada cup yang diletakkan pada daerah gelap dan sejukhampir sama, pertumbuhan kacang hijau Phaseolus radiatus mengalami pertumbuhan yang cepat. Rata-rata panjang batang dari daun  ke atas  yaitu 12,55 cm dan panjang batang dari daun ke bawah 9,75 cm dengan jumlah daun 2 helai, sedangkan presentase tumbuh yaitu 80% karena dimakan serangga untuk tempat gelap. Sedangkan untuk yang tempat sejuk Rata-rata panjang batang dari daun  ke atas  yaitu 14,25 cm dan panjang batang dari daun ke bawah 5,8 cm dengan jumlah daun 2 helai, sedangkan presentase tumbuh yaitu 100%.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan adalah faktor internal seperti hormon dan eksternal misalnya air dan cahaya matahari. Dari hasil pengamatan, pada tanaman yang diletakkan ditempat yang gelap pertumbuhan tanamannya sangat cepat selain itu tekstur dari batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan, penyebabnya yaitu karena daun tidak dapat memproduksi klorofil sehingga tidak terjadi proses fotosintesis. Hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari. Sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan ditempat gelap, tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan. Hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin dihambat oleh sinar matahari dan cahaya matahari meningkatkan proses asimilasi yang terjadi pada daun kacang hijau Phaseolus radiatus.
            Pada percobaan ini, perbedaan  panjang  batang  pada kecambah  tempat gelap dan terang yaitu kecambah tempat terang  rata-rata pertambahan panjang batang cukup rendah karena hormon auksin yang berperan dalam proses pemanjangan sel dihambat oleh cahaya matahari langsung, dibandingkan kecambah tempat gelap yang memiliki rata-rata pertambahan panjang yang cukup tinggi, hal disebabkan oleh hormon auksin yang bekerja efektif pada tempat gelap karena tidak dihambat oleh cahaya matahari. Sedangkan pada pertambahan panjang daun, kecambah di tempat terang memiliki rata-rata pertambahan panjang daun yang cukup tinggi dibandingkan dengan pada tempat gelap, hal ini disebabkan daun pada tempat terang cenderung menerima cahaya matahari maksimal untuk proses asimilasinya sehingga memicu jumlah klorofil yang tinggi dan akan mempengaruhi luas bidang daun, sedangkan pada daun di tempat gelap tidak terjadi proses asimilasi karena daunya tidak mengandung klorofil (etiolasi) disebabkan tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.      Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut. Tumbuhan dalam hal percobaan kali ini adalah kacang hijau yang di daerah sejuk dan gelap  tumbuh lebih optimal dan cepat karena peristiwa etiolasi dan tidak terurainya hormon auksin, sehingga akan terus memacu pertumbuhan batang kacang hijau. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih tinggi, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang baik, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun terlihat pucat.
Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat terang tumbuh lebih pendek karena hormon auksin ini akan terurai dan terhambat karena terkena cahaya dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih pendek, tetapi dengan kondisi  fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil begitu juga halnya dengan kacang hijau yang diletakkan ditempat sejuk dan gelap, yang menjadi perbedaan adalah bengkoknya tanaman yang mengikuti arah datangnya cahaya matahari.
5.2.      Saran
·         Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil.
·         Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan secara teliti.
·         Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid.









DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A., Jane B. R. dan Lawrence G. M. 2002. Biologi Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
Dwidjoseputro, D. 1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Jumadi. 2008. Pengkajian Teknologi Pengolahan Tortila Jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Vol (2):73-74. (Diakses pada tanggal 27 Desember 2015, pukul 10:00 WIB).

Latunra, A.I. 2014. Penuntun Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan II. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Perwitasari, B., Mustika T., dan Catur W. 2012. Pengaruh Media Tanam dan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan hasil Tanaman Pakchoi (Brassica Juncea L.) dengan Sistem Hidroponik. Vol (1):14-25. (Diakses pada tanggal 27 Desember 2015, pukul 10:10 WIB).

Salisbury, F.B. dan Cleon W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. ITB Press. Bandung.

Sitompul, S.M. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM Press. Yogyakarta.
Srikini, Suharno, dkk. 2006. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta. Penerbit Erlangga
Diah, Ayulina, dkk. 2011.  BIOLOGY 3A for Senior High School Grade II Semester 1. Jakarta. Esis











Lampiran
TAMPAT GELAP
TAMPAT SEJUK
 

1 komentar:

  1. PSA: sunscreen with zinc oxide and titanium dioxide
    of sunscreen titanium bar stock with zinc oxide and titanium dioxide. of sunscreen with zinc oxide titanium jewelry for piercings and titanium titanium nitride bolt carrier group dioxide. The PSA-SMC-16-T-SZ-1-2 (PDN-4-N-V-1) titanium scooter bars is a non-GMO-based sunscreen with zinc oxide (PDN4-N-V1) citizen super titanium armor (PDN-4-N-VA-1) made by

    BalasHapus