Selasa, 17 Mei 2016

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR AGRONOMI Tanaman Kedelai Glycine max (L.) Merr (Anjasmoro



LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR AGRONOMI
Tanaman Kedelai Glycine max (L.) Merr (Anjasmoro)”
Dosen Ir. Edyson Indawan, MP
SEMESTER GANJIL 2015/2016
Description: Description: E:\UNITRI\logouni.psd.png














KELOMPOK 3 (Tiga)
NURUL SHOLEHUDDIN                 2014330069
MUMHAMMAD RODLI                   2014330064
KHAIRUDDIN                                   2014330034
KUNI MALYATAN MUKMINAH   2014330048
MEKAEL ROBERTOS MALO         2014330061
MELFINSINSIUS H PATI                 2014330060
PAULUS                                             2014330059
MUNAWIR GHAZALI                     2014330065
PRIMUS ADRIANUS LEDA                         2014330075
OKTAVIANUS DONA                      2014330071
MATEUS LERE RANGGA               2014330049
LAZARUS BOLIKOLIN                   2014330075

PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG - JAWA TIMUR
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.               Latar Belakang
Dasar-dasar agroonomi merupakan mata kuliah yang berisi tentang tehnik budidaya pertanian, pengenalan faktor-faktor produksi serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Praktikum dasar-dasar Agronomi merupakan kegiatan lapangan yang dilaksanakan sebagai aplikasi dari teori-teori yang diberikan dalam perkuliahan sesuai dengan materi pokok perkuliahan. Dengan adanya praktikum lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teori-teori tentang tehnik budidaya yang diajarkan.
Melalui pelaksanaan praktikum Dasar-dasar Agronomi ini, mahasiswa mendapatkan dan dapat melakukan kegiatan budidaya dengan baik mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, dan pemeliharaan. Selain itu mahasiswa juga dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta melakukan analisis atau perhitungan terhadap BB dan BK tanaman.

1.2.   Tujuan
a.       Untuk mengetahui fator-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman
b.      Melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang kedelai.
c.       Untuk mengetahui tehnik budidaya tanaman kedelai yang baik sesuai dengan kondisi tanah.















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Diskripsi Tanaman Kedelai
Kedelai berasal dari wilayah Cina. Masyarakat Cina telah membudidayakan kedelai sejak berabad – abad tahun yang lalu. Di Cina, kedelai dianggap sebagai salah satu dari lima macam tanaman terpenting dalam kehidupan masyarakat. Dalam ilmu tumbuhan, tanaman kedelai diklasifikasikan sebagai berikut.
Kingdom      : Plantae
Divisio          : Spermatophyta
Class             : Dicotyledoneae
Family          : Leguminoseae
Genus           : Glycine
Spessies        : Glycine max. L
Kedelai yang tergolong genus Glycine mempunyai banyak spesies yang merupakan susunan genom diploid (2n) dengan 20 pasang kromosom antara lain spesies Glycine clandestina, Glycine falcata, Glycine tabacina (Suhaeni. 2008).
Morfologi Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. )
2.1.1.      Akar
Salah satu kekhasan dari sistem perakaran tanaman kedelai adalah adanya interaksi simbiosis antara bakteri nodul akar (Rhizobium japanicum) dengan akar tanaman kedelai yang menyebabkan terbentuknya bintil akar. Bintil akar sangat berperan dalam proses fiksasi Nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman kedelai untuk kelanjutan pertumbuhannya (Sarwanto. 2008).
2.1.2.      Batang
Batang tanaman kedelai tidak berkayu, berbatang jenis perdu (semak), berambut atau berbulu dengan struktur bulu yang beragam, berbentuk bulat, bewarna hijau, dan panjangnya bervariasi antara 30-100 cm. Batang tanaman kedelai dapat membentuk cabang 3-6 cabang. Percabangan mulai terbentuk atau tumbuh ketika tinggi tanaman sudah mencapai 20 cm. Banyaknya jumlah cabang setiap tanaman bergantung pada varietas dan kepadatan populasi tanaman. Jika kepadatan tanaman rapat, maka cabang yang tumbuh berkurang atau bahkan tidak tumbuh cabang sama sekali (Cahyono. 2007).


2.1.3.      Daun
              Jarak daun kedelai selang-seling, memiliki 3 buah daun (triofoliate), jarang memiliki 5 lembar daun, petiola berbentuk panjang menyempit dan slinder stipulanya terbentuk panjang menyempit dan slinder, stipulanya terbentuk lanseotlat kecil, dan stipel kecil lembaran daun berbentuk oval menyirip, biasanya palea bewarna hijau dan pangkal berbentuk bulat. Ujung daun biasanya tajam atau tumpul, lembaran daun samping sering agak miring, dan sebagian besar kultivar menjatuhkan daunnya ketika buah polong mulai matang (Septiatin. 2008).
2.1.4.      Bunga
Bunga kedelai disebut bunga kupu-kupu dan merupakan bunga sempurna. Bunga kedelai memiliki 5 helai daun mahkota, 1 helai bendera, 2 helai sayap, dan 2 helai tunas. Benang sarinya ada 10 buah, 9 buah diantaranya bersatu pada bagian pangkal membentuk seludang yang mengelilingi putik. Benang sari kesepuluh terpisah pada bagian pangkalnya, seolah-olah penutup seludang.  Bunga  tumbuh diketiak daun membentuk rangkaian bunga terdiri atas 3 sampai 15 buah bunga pada tiap tangkainya (Suhaeni. 2008).
2.1.5.      Buah
Buah kedelai disebut buah polong seperti buah kacang-kacangan lainnya. Setelah tua, warna polong ada yang cokelat, cokelat tua, cokelat muda, kuning jerami, cokelat kekuning-kuningan, cokelat keputihan-putihan, dan putih kehitam-hitaman. Jumlah biji setiap polong antara 1 sampai 5 buah. Permukaan ada yang berbulu rapat, ada yang berbulu agak jarang. Setelah polong masak, sifatnya ada yang mudah pecah, ada yang tidak mudah pecah,tergantung varietasnya (Darman. 2008).
2.1.6.      Biji
Biji kedelai memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang beragam, bergantung    pada varietasnya. Bentuknya ada yang bulat lonjong, bulat, dan bulat agak pipih. Warnanya ada yang putih, krem, kuning, hijau, cokelat, hitam, dan sebagainya. Warna-warna tersebut adalah warna dari kulit bijinya. Ukuran biji ada yang berukuran kecil, sedang, dan besar. Namun, di luar negeri, misalnya di Amerika dan Jepang biji yang memiliki bobot 25 g/100 biji dikategorikan berukuran besar (Prabowo. 2013).  
2.1.7.      Iklim
Kedelai sebagian besar tumbuh didaerah yang beriklim tropis dan subtropis. Kedelai dapat tumbuh baik ditempat yang berhawa panas, ditempat– tempat yang terbuka dan bercurah hujan 100 – 400 mm per bulan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan (Septiatin. 2008).
2.1.8.      Ketinggian Tempat
            Kedelai cocok ditanam didaerah dengan ketinggian 100 – 500 meter di atas permukaan laut. Lazimnya, kedelai ditanam pada musim kemarau, yakni setelah panen padi pada musim hujan. Pada saat itu,  kelembapan tanah masih bisa dipertahankan. Kedelai memerlukan pengairan yang cukup, tetapi volume air yang terlalu banyak tidak  menguntungkan bagi kedelai, karena akarnya bisa membusuk. Tanaman kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian 0,5-300 m dpl. Sedangkan varietas kedelai berbiji besar cocok ditanam dilahan dengan ketinggian 300-500 m dpl (Suhaeni. 2007).
           Kacang kedelai dengan ukuran kecil sangat baik ditanam dilahan pada ketinggian 0,5 sampai 300 meter diatas permukaan laut. Sementara itu, kacang kedelai dengan ukuran biji lebih besar jauh lebih baik ditanam diketinggian mulai dari 300 sampai 500 meter diatas permukaan laut (Prabowo. 2011).
2.1.9.      Curah Hujan
             Selama pertumbuhan tanaman, kebutuhan air untuk tanaman kedelai sekitar 350 – 550 mm. Kekurangan atau kelebihan air akan berpengaruh terhadap produksi kedelai. Untuk mengurangi pengaruh terhadap produksi kedelai. Oleh karena itu, untuk mengurangi pengaruh negatif dari kelebihan air, dianjurkan untuk membuat saluran drainase sehingga jumlah air lebih dapat diatur dan dapat terbagi secara merata. Ketersediaan air tersebut bisa berasal dari saluran irigasi atau dari curah hujan yang turun. Tumbuhan kedelai yang memerlukan curahan air yang banyak atau kelembapan tanah yang cukup tinggi (Sarwanto, A. 2008).
2.1.10.  Temperatur
             Temperatur yang dibutuhkan tanaman kedelai sangat sesuai untuk pertumbuhan tanaman kedelai berkisar antara 25°C - 28°C. Akan tetapi, tanaman kedelai masih bisa tumbuh baik dan produksinya masih tinggi pada suhu udara  diatas, dan tanaman masih toleran pada suhu 35°C hingga 38°C (Cahyono, B. 2007).
Intensitas Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis. Fotosintesis tanaman dapat berjalan dengan baik apa bila tanaman mendapat kan penyinaran cahaya matahari yang cukup. Bibit kedelai dapat tumbuh dengan baik, cepat dan sehat, pada cuaca yang hangat dimana cahaya matahari terang dan penuh (http://sustainablemovement.wordpress.com/2012/03/08/ tini blogspot).


2.1.11.  Tanah
Tanaman kedelai sebenar nya dapat tumbuh di semua jenis tanah. Namun demikian, untuk mencapai tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang optimal kedelai harus di tanam pada jenis tanah yang bersetruktur lempung berpasir atau liat berpasir Hal ini tidak hanya terkait dengan ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga terkait dengan faktor lingkungan tumbuh yang lain (Septiatin, A. 2008).

2.2.Makna dan Arti
1.      Karakteristik Kedelai Varietas Anjasmoro
No.
Karakteristik
Varietas Anjasmoro
1.
Dilepas tahun
2011
2.
Nomor induk
537/Kpts/TP.240/1/2001
3.
Umur saat panen
92,5 hari
4.
Bobot 100 biji (g)
14,8 – 15,3
5.
Ukuran biji
Sedang
6.
% protein
42,05
7.
% lemak
18,60
Sumber : Balai Penelitian kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian Malang (2009)
2.      Diskripsi Kedelai Varietas Anjasmoro
No
Diskripsi
Keterangan
No
Diskripsi
Keterangan
1
Dilepas pada Th
2011
15
Umur berbunga 
35,7 – 39,4 hari
2
Asal
Seleksi massa populasi galur murni Mansuria
16
Umur polong masak 
82,5 – 92,5 hari
3
Warna hipokotil 
Ungu
17
Percabangan
2,9 – 5,6 cabang
4
Warna epikotil 
Ungu
18
Jumlah batang utama 
12,9 – 14,8
5
Warna daun  
Hijau
19
Bobot 100 biji 
14,8 – 15,3 g
6
Warna bunga  
Ungu
20
Kandungan protein 
41,8 – 42,1 %
7
Warna kulit biji 
Kuning
21
Kandungan lemak 
17,2 – 18,6 %
8
Warna hilum biji 
Kuning kecoklatan
22
Kerebahan
Tahan rebah
9
Warna plg masak 
Coklat muda
23
Ketahanan penyakit 
Moderat thn karat daun
10
Warna bulu  
Putih
24
Hasil
2,03– 2,25 ton/ha
11
Bentuk daun
Oval
25
Sifat lain  
Polong tdk mdh pecah
12
Ukuran daun  
Lebar



13
Tipe tumbuh  
Determinit



14
Tinggi tanaman 
64 – 68 cm




BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
3.1.Tempat dan waktu Praktikum
            Praktikum ini dilaksanakan di belakang masjid Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang pada Hari Jum’at tanggal 13 November 2015 jam 08.00 WIB.

3.2.Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum Tanaman kedelai yaitu sekop, kamera, timbangan, penggaris, polybag, dan alat tulis menulis. Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu benih kacang kedelai (Glycine maxi L.) varietas Anjasmoro dan pupuk organik.

3.3.Cara Kerja Pengamatan
Cara kerja pengamatan praktikum ini dengan mengukur tinggi, jumlah daun, luas daun, berat basah (BB) dan berat kering BK. Tinggi daun sendiri kami menggunakan penggaris dengan pengamatan tiap minggu, luas daun sendiri mnggunakan kertas mm untuk jumlah gram BB dan BK memakai timbangan elektronik namun untuk mendapatkan hasil BK ini di oven selama 3 hari dengan suhu 1000C
1.      Mengolah tanah dicampuri pupuk kandang
2.      Menyiapkan polybag, lalu memasukkan tanah yang sudah diolah kedalam polybag
3.      Kemudian sedikit diberikan pupuk organik di campur air
4.      Lalu tanah yang sudah selesai diolah siap ditanami kedelai tersebut
5.      Penyiraman secara terus menerus tiap hari kecuali hujan selama praktikum belum slesai

3.4.Parameter Pengamatan
Pengamatan terhadap parameter pertumbuhan dilakukan sebanyak 1 kali yaitu tiap umur 1 minggu setelah tanam (mst)  sampai minggu ke 5,. Adapun peubah yang diamati adalah sebagai berikut:
  1. Tinggi tanaman (cm), diamati mulai media tanam hingga daun tertinggi.
  2. Jumlah daun (helai), dihitung semua daun yang terbentuk.
  3. Luas daun
  4. Menimbang berat basah dan berat kering (gram)


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.            Hasil
Pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun berat basah dan berat kering tanaman dapat dilihat dari tabel di bawah ini ;

Tabel Pengamatan Tanaman Kedelai Varietas Anjasmuro

No
Pengamatan
Tanggal
Tinggi Tanaman (cm)
Jumlah Daun (helai)
Luas Daun Rerata (cm2)
Berat Basah (g)
Berat Kering (g)
1
7 hst
23.11.2015
7.9
2
5.5
1.6
0.2
2
14 hst
30.11.2015
16
8
9.25
3.2
0.6
3
21 hst
07.12.2015
23.5
14
8.9
6.2
0.8
4
28 hst
14.12.2015
27.5
29
11.6
14.8
2.4
5
35 hst
21.12.2015
50
11
27.6
15.0
2.4
Rata - rata
24.98
12.8
12.57
8.16
1.28

Grafik rata-rata Pengamatan Tanaman Kedelai Varietas Anjasmuro
 















4.2.            Pembahasan

Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil bahwa pada tanaman kedelai mengalami pertumbuhan tinggi yang cukup cepat dengan rata total 24.98 karena tanaman kedelai termasuk tanaman berumur pendek dan akibat air mewadai, unsur hara yang cukup sehingga pertumbuhan tingginya pesat. Selanjutnya rerata jumlah daun lebih sedikit dari pada ketinggian tanaman  dengan rerata total 12.8, jumlah daun mengalami rendah diakibatkan ulat dan belalang yang memakan daunnya.. Kedua-duanya ini tiap pengamatan meningkat tanpa ada penurunan jumlah total.
Kemudian luas daun tiap minggunya mengalami peningkatan namun mengalami penurunan di 21 hst dengan rerata 8.9. Dalam penanaman kedelai kendala yang dialami pada serangan hama yang kurang diatasi dengan semaksimal mungkin.
Dengan beberapa pengamatan praktikum dasar agronomi bahwasanya meningkat dan menurunnya tinggi, jumlah daun dan hasil kedelai itu ditentukan atas berbagai faktor diantaranya :
4.2.1.      Tanah
Olah tanah yang merupakan media pendukung pertumbuhan akar. Artinya, semakin dalam olah tanahnya maka akan tersedia ruang untuk pertumbuhan akar yang lebih bebas sehingga akar tunggang yang terbentuk semakin kokoh dan dalam.
4.2.2.                  Iklim 
Untuk mencapai pertumbuhan tanaman yang optimal, tanaman kedelai memerlukan kondisi lingkungan tumbuh yang optimal pula. Tanaman kedelai sangat peka terhadap perubahan faktor lingkungan tumbuh, khususnya tanah dan iklim
4.2.3.                  Suhu 
Tanaman kedelai dapat tumbuh pada kondisi suhu yang beragam. Panjang hari (photoperiode) 
Tanaman kedelai sangat peka terhadap perubahan panjang hari atau lama penyinaran sinar matahari karena kedelai termasuk tanaman “hari pendek”. Artinya, tanaman kedelai tidak akan berbunga bila panjang hari melebihi batas kritis, yaitu 15 jam perhari
Distribusi curah hujan hal yang terpenting pada aspek distribusi curah hujan yaitu jumlahnya merata sehingga kebutuhan air pada tanaman kedelai dapat terpenuhi. Jumlah air yang digunakan oleh tanaman kedelai tergantung pada kondisi iklim, sistem pengelolaan tanaman, dan lama periode tumbuh. Namun demikian, pada umumnya kebutuhan air pada tanaman kedelai berkisar 350 – 450 mm selama masa pertumbuhan kedelai.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.            Kesimpulan
Dari pengamatan yang dapat dilakukan dapat diketahui hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang kedelai sangat cepat dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi pada tanaman kacang kedelai.
Kacang kedelai merupakan tanaman yang tidak butuh air terlalu banyak dan tidak boleh terlalu kering, jika kelembaban tinggi maka tanaman ini aka membusuk begitupun juga jika teralu kering maka tanaman kedelai ini akan mengering, jadi tanaman tersebut akan hidup ditempat temperature yang tidak kedap air dan tidak di suhu yag tinggi (hidup ditempat yang sedang).
5.2.            Saran
Pada pelaksanaan praktikum maupun pada kegiatan pengamatan sebaiknya mahasiswa mengamati pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tanaman kacang kedelai secara detail mungkin supaya hasilnya bagus dan Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi sempurnanya isi laporan ini.















Daftar  Pustaka

Amnah, Rizky SP Penuntun Praktikum Dasar- Dasar Agronomi, 2011 / 2012            Jur. Agroteknologi Fak. Pertanian Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan.
http//www.wikipedia.com/Tanaman kacang kedelai Diakses pada tanggal 28 Desember 2015 Nurul
Sarwanto, A. 2008. Budidaya Kedelai Tropika. Penebar Swadaya : Jakarta.
Septiatin, A. 2008. Meningkatkan Produksi Kedelai Dilahan Kering, Sawah, Dan Pasang Surut. Yrama Widya : Jakarta.
Suhaeni, N. 2007. Petunjuk Praktis Menanam Kedelai. Nuansa : Bandung.
Fachruddin. 2000. Budidaya Kacang Kacangan. Kanisius. Yogyakarta.
Budhi dan Amiah. 2010. Swasembada Kedelai Antara Harapan Dan Kenyataan. Agro Ekonomi 28(1) : 55 – 68
Pitojo, S. 2003. Seri Penangkaran Benih kedelai. Kanisius. Yogyakarta

Lampiran






Gambar 02: Pencabutan tanaman
 
Gambar 01: Pengukuran tinggi tanaman
 






Gambar 03: Penimbangan tanaman BB
 
Gambar 04: Penghitungan luas daun
 







Gambar 06: Penimbangan tanaman BK

 
Gambar 05: Penghitungan luas daun
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar