LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR AGRONOMI
“Tanaman Kedelai Glycine max (L.) Merr (Anjasmoro)”
Dosen Ir. Edyson Indawan, MP
SEMESTER GANJIL 2015/2016

KELOMPOK 3 (Tiga)
NURUL SHOLEHUDDIN 2014330069
MUMHAMMAD RODLI 2014330064
KHAIRUDDIN 2014330034
KUNI MALYATAN MUKMINAH 2014330048
MEKAEL ROBERTOS MALO 2014330061
MELFINSINSIUS H PATI 2014330060
PAULUS 2014330059
MUNAWIR GHAZALI 2014330065
PRIMUS ADRIANUS LEDA 2014330075
OKTAVIANUS DONA 2014330071
MATEUS LERE RANGGA 2014330049
LAZARUS BOLIKOLIN 2014330075
PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG - JAWA TIMUR
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Dasar-dasar agroonomi merupakan mata
kuliah yang berisi tentang tehnik budidaya pertanian, pengenalan faktor-faktor
produksi serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Praktikum dasar-dasar
Agronomi merupakan kegiatan lapangan yang dilaksanakan sebagai aplikasi dari
teori-teori yang diberikan dalam perkuliahan sesuai dengan materi pokok
perkuliahan. Dengan adanya praktikum lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman mahasiswa terhadap teori-teori tentang tehnik budidaya yang
diajarkan.
Melalui pelaksanaan praktikum
Dasar-dasar Agronomi ini, mahasiswa mendapatkan dan dapat melakukan kegiatan
budidaya dengan baik mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, dan
pemeliharaan. Selain itu mahasiswa juga dapat mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, serta melakukan analisis atau perhitungan terhadap BB dan
BK tanaman.
1.2.
Tujuan
a.
Untuk
mengetahui fator-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman
b.
Melakukan
pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang kedelai.
c.
Untuk mengetahui tehnik budidaya tanaman
kedelai yang baik sesuai dengan kondisi tanah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Diskripsi Tanaman Kedelai
Kedelai
berasal dari wilayah Cina. Masyarakat Cina telah membudidayakan
kedelai sejak berabad – abad tahun yang lalu. Di Cina, kedelai dianggap sebagai
salah satu dari lima macam tanaman terpenting dalam kehidupan masyarakat. Dalam
ilmu tumbuhan, tanaman kedelai diklasifikasikan sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Family : Leguminoseae
Genus : Glycine
Spessies : Glycine
max. L
Kedelai yang
tergolong genus Glycine mempunyai
banyak spesies yang merupakan susunan genom diploid (2n) dengan 20 pasang
kromosom antara lain spesies Glycine
clandestina, Glycine falcata, Glycine tabacina (Suhaeni. 2008).
Morfologi
Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. )
2.1.1.
Akar
Salah satu
kekhasan dari sistem perakaran tanaman kedelai adalah adanya interaksi
simbiosis antara bakteri nodul akar (Rhizobium
japanicum) dengan akar tanaman kedelai yang menyebabkan terbentuknya bintil
akar. Bintil akar sangat berperan dalam proses fiksasi Nitrogen yang sangat
dibutuhkan tanaman kedelai untuk kelanjutan pertumbuhannya (Sarwanto. 2008).
2.1.2.
Batang
Batang tanaman
kedelai tidak berkayu, berbatang jenis perdu (semak), berambut atau berbulu
dengan struktur bulu yang beragam, berbentuk bulat, bewarna hijau, dan
panjangnya bervariasi antara 30-100 cm. Batang tanaman kedelai dapat membentuk
cabang 3-6 cabang. Percabangan mulai terbentuk atau tumbuh ketika tinggi
tanaman sudah mencapai 20 cm. Banyaknya jumlah cabang setiap tanaman bergantung
pada varietas dan kepadatan populasi tanaman. Jika kepadatan tanaman rapat,
maka cabang yang tumbuh berkurang atau bahkan tidak tumbuh cabang sama sekali
(Cahyono. 2007).
2.1.3.
Daun
Jarak daun
kedelai selang-seling, memiliki 3 buah daun (triofoliate), jarang memiliki 5
lembar daun, petiola berbentuk panjang menyempit dan slinder stipulanya
terbentuk panjang menyempit dan slinder, stipulanya terbentuk lanseotlat kecil,
dan stipel kecil lembaran daun berbentuk oval menyirip, biasanya palea bewarna
hijau dan pangkal berbentuk bulat. Ujung daun biasanya tajam atau tumpul,
lembaran daun samping sering agak miring, dan sebagian besar kultivar menjatuhkan
daunnya ketika buah polong mulai matang (Septiatin. 2008).
2.1.4.
Bunga
Bunga kedelai
disebut bunga kupu-kupu dan merupakan bunga sempurna. Bunga kedelai memiliki 5
helai daun mahkota, 1 helai bendera, 2 helai sayap, dan 2 helai tunas. Benang
sarinya ada 10 buah, 9 buah diantaranya bersatu pada bagian pangkal membentuk
seludang yang mengelilingi putik. Benang sari kesepuluh terpisah pada bagian
pangkalnya, seolah-olah penutup seludang.
Bunga tumbuh diketiak daun
membentuk rangkaian bunga terdiri atas 3 sampai 15 buah bunga pada tiap
tangkainya (Suhaeni. 2008).
2.1.5.
Buah
Buah kedelai
disebut buah polong seperti buah kacang-kacangan lainnya. Setelah tua, warna
polong ada yang cokelat, cokelat tua, cokelat muda, kuning jerami, cokelat
kekuning-kuningan, cokelat keputihan-putihan, dan putih kehitam-hitaman. Jumlah
biji setiap polong antara 1 sampai 5 buah. Permukaan ada yang berbulu rapat,
ada yang berbulu agak jarang. Setelah polong masak, sifatnya ada yang mudah
pecah, ada yang tidak mudah pecah,tergantung varietasnya (Darman. 2008).
2.1.6.
Biji
Biji kedelai
memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang beragam, bergantung pada varietasnya. Bentuknya ada yang bulat
lonjong, bulat, dan bulat agak pipih. Warnanya ada yang putih, krem, kuning,
hijau, cokelat, hitam, dan sebagainya. Warna-warna tersebut adalah warna dari
kulit bijinya. Ukuran biji ada yang berukuran kecil, sedang, dan besar. Namun,
di luar negeri, misalnya di Amerika dan Jepang biji yang memiliki bobot 25
g/100 biji dikategorikan berukuran besar (Prabowo. 2013).
2.1.7.
Iklim
Kedelai
sebagian besar tumbuh didaerah yang beriklim tropis dan subtropis. Kedelai
dapat tumbuh baik ditempat yang berhawa panas, ditempat– tempat yang terbuka
dan bercurah hujan 100 – 400 mm per bulan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil
yang optimal, tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan
(Septiatin. 2008).
2.1.8. Ketinggian Tempat
Kedelai cocok ditanam didaerah
dengan ketinggian 100 – 500 meter di atas permukaan laut. Lazimnya, kedelai
ditanam pada musim kemarau, yakni setelah panen padi pada musim hujan. Pada
saat itu, kelembapan tanah masih bisa
dipertahankan. Kedelai memerlukan pengairan yang cukup, tetapi volume air yang
terlalu banyak tidak menguntungkan bagi
kedelai, karena akarnya bisa membusuk. Tanaman kedelai biasanya akan tumbuh
baik pada ketinggian 0,5-300 m dpl. Sedangkan varietas kedelai berbiji besar
cocok ditanam dilahan dengan ketinggian 300-500 m dpl (Suhaeni. 2007).
Kacang kedelai dengan ukuran kecil
sangat baik ditanam dilahan pada ketinggian 0,5 sampai 300 meter diatas
permukaan laut. Sementara itu, kacang kedelai dengan ukuran biji lebih besar
jauh lebih baik ditanam diketinggian mulai dari 300 sampai 500 meter diatas
permukaan laut (Prabowo. 2011).
2.1.9.
Curah Hujan
Selama pertumbuhan tanaman,
kebutuhan air untuk tanaman kedelai sekitar 350 – 550 mm. Kekurangan atau
kelebihan air akan berpengaruh terhadap produksi kedelai. Untuk mengurangi
pengaruh terhadap produksi kedelai. Oleh karena itu, untuk mengurangi pengaruh
negatif dari kelebihan air, dianjurkan untuk membuat saluran drainase sehingga
jumlah air lebih dapat diatur dan dapat terbagi secara merata. Ketersediaan air
tersebut bisa berasal dari saluran irigasi atau dari curah hujan yang turun.
Tumbuhan kedelai yang memerlukan curahan air yang banyak atau kelembapan tanah
yang cukup tinggi (Sarwanto, A. 2008).
2.1.10.
Temperatur
Temperatur yang dibutuhkan tanaman
kedelai sangat sesuai untuk pertumbuhan tanaman kedelai berkisar antara 25°C - 28°C. Akan tetapi, tanaman kedelai masih bisa
tumbuh baik dan produksinya masih tinggi pada suhu udara diatas, dan tanaman masih toleran pada suhu
35°C hingga 38°C (Cahyono, B. 2007).
Intensitas
Matahari
Cahaya matahari
merupakan sumber energi yang diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis.
Fotosintesis tanaman dapat berjalan dengan baik apa bila tanaman mendapat kan
penyinaran cahaya matahari yang cukup. Bibit kedelai dapat tumbuh dengan baik,
cepat dan sehat, pada cuaca yang hangat dimana cahaya matahari terang dan penuh
(http://sustainablemovement.wordpress.com/2012/03/08/
tini blogspot).
2.1.11.
Tanah
Tanaman kedelai
sebenar nya dapat tumbuh di semua jenis tanah. Namun demikian, untuk mencapai
tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang optimal kedelai harus di tanam pada
jenis tanah yang bersetruktur lempung berpasir atau liat berpasir Hal ini tidak
hanya terkait dengan ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga
terkait dengan faktor lingkungan tumbuh yang lain (Septiatin, A. 2008).
2.2.Makna dan Arti
1.
Karakteristik
Kedelai Varietas Anjasmoro
|
No.
|
Karakteristik
|
Varietas
Anjasmoro
|
|
1.
|
Dilepas tahun
|
2011
|
|
2.
|
Nomor induk
|
537/Kpts/TP.240/1/2001
|
|
3.
|
Umur saat panen
|
92,5 hari
|
|
4.
|
Bobot 100 biji (g)
|
14,8 – 15,3
|
|
5.
|
Ukuran biji
|
Sedang
|
|
6.
|
% protein
|
42,05
|
|
7.
|
% lemak
|
18,60
|
Sumber
: Balai Penelitian kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian Malang (2009)
2.
Diskripsi
Kedelai Varietas Anjasmoro
|
No
|
Diskripsi
|
Keterangan
|
No
|
Diskripsi
|
Keterangan
|
|
1
|
Dilepas pada Th
|
2011
|
15
|
Umur berbunga
|
35,7 – 39,4 hari
|
|
2
|
Asal
|
Seleksi massa populasi
galur murni Mansuria
|
16
|
Umur polong masak
|
82,5 – 92,5 hari
|
|
3
|
Warna hipokotil
|
Ungu
|
17
|
Percabangan
|
2,9 – 5,6 cabang
|
|
4
|
Warna epikotil
|
Ungu
|
18
|
Jumlah batang utama
|
12,9 – 14,8
|
|
5
|
Warna daun
|
Hijau
|
19
|
Bobot 100 biji
|
14,8 – 15,3 g
|
|
6
|
Warna bunga
|
Ungu
|
20
|
Kandungan protein
|
41,8 – 42,1 %
|
|
7
|
Warna kulit biji
|
Kuning
|
21
|
Kandungan lemak
|
17,2 – 18,6 %
|
|
8
|
Warna hilum biji
|
Kuning kecoklatan
|
22
|
Kerebahan
|
Tahan rebah
|
|
9
|
Warna plg masak
|
Coklat muda
|
23
|
Ketahanan
penyakit
|
Moderat thn karat daun
|
|
10
|
Warna bulu
|
Putih
|
24
|
Hasil
|
2,03– 2,25 ton/ha
|
|
11
|
Bentuk daun
|
Oval
|
25
|
Sifat lain
|
Polong tdk mdh pecah
|
|
12
|
Ukuran daun
|
Lebar
|
|
|
|
|
13
|
Tipe tumbuh
|
Determinit
|
|
|
|
|
14
|
Tinggi tanaman
|
64 – 68 cm
|
|
|
|
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
3.1.Tempat
dan waktu Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan di belakang masjid Universitas
Tribhuwana Tunggadewi Malang pada Hari Jum’at tanggal 13 November 2015 jam
08.00 WIB.
3.2.Alat dan Bahan
Alat yang digunakan
pada praktikum Tanaman kedelai yaitu sekop, kamera, timbangan, penggaris,
polybag, dan alat tulis menulis. Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu
benih kacang kedelai (Glycine maxi L.)
varietas Anjasmoro dan pupuk organik.
3.3.Cara
Kerja Pengamatan
Cara kerja pengamatan praktikum ini dengan mengukur
tinggi, jumlah daun, luas daun, berat basah (BB) dan berat kering BK. Tinggi
daun sendiri kami menggunakan penggaris dengan pengamatan tiap minggu, luas
daun sendiri mnggunakan kertas mm untuk jumlah gram BB dan BK memakai timbangan
elektronik namun untuk mendapatkan hasil BK ini di oven selama 3 hari dengan
suhu 1000C
1.
Mengolah tanah dicampuri pupuk kandang
2.
Menyiapkan polybag, lalu memasukkan tanah yang sudah
diolah kedalam polybag
3.
Kemudian sedikit diberikan pupuk organik di campur
air
4.
Lalu tanah yang sudah selesai diolah siap ditanami
kedelai tersebut
5.
Penyiraman secara terus menerus tiap hari kecuali
hujan selama praktikum belum slesai
3.4.Parameter
Pengamatan
Pengamatan terhadap parameter pertumbuhan dilakukan sebanyak
1 kali yaitu tiap umur 1 minggu setelah tanam (mst) sampai minggu ke 5,. Adapun peubah yang
diamati adalah sebagai berikut:
- Tinggi tanaman (cm), diamati mulai media tanam hingga daun tertinggi.
- Jumlah daun (helai), dihitung semua daun yang terbentuk.
- Luas daun
- Menimbang berat basah dan berat kering (gram)
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil
Pengamatan tinggi tanaman, jumlah
daun, luas daun berat basah dan berat kering tanaman dapat dilihat dari tabel
di bawah ini ;
Tabel Pengamatan Tanaman Kedelai Varietas Anjasmuro
|
No
|
Pengamatan
|
Tanggal
|
Tinggi Tanaman (cm)
|
Jumlah Daun (helai)
|
Luas Daun Rerata (cm2)
|
Berat Basah (g)
|
Berat Kering (g)
|
|
1
|
7 hst
|
23.11.2015
|
7.9
|
2
|
5.5
|
1.6
|
0.2
|
|
2
|
14 hst
|
30.11.2015
|
16
|
8
|
9.25
|
3.2
|
0.6
|
|
3
|
21 hst
|
07.12.2015
|
23.5
|
14
|
8.9
|
6.2
|
0.8
|
|
4
|
28 hst
|
14.12.2015
|
27.5
|
29
|
11.6
|
14.8
|
2.4
|
|
5
|
35 hst
|
21.12.2015
|
50
|
11
|
27.6
|
15.0
|
2.4
|
|
Rata -
rata
|
24.98
|
12.8
|
12.57
|
8.16
|
1.28
|
||
Grafik
rata-rata Pengamatan Tanaman Kedelai Varietas Anjasmuro
4.2.
Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan,
didapatkan hasil bahwa pada tanaman kedelai mengalami pertumbuhan tinggi yang
cukup cepat dengan rata total 24.98 karena
tanaman kedelai termasuk tanaman berumur pendek dan akibat air mewadai, unsur
hara yang cukup sehingga pertumbuhan tingginya pesat. Selanjutnya rerata jumlah
daun lebih sedikit dari pada ketinggian tanaman dengan rerata total 12.8, jumlah daun mengalami rendah diakibatkan ulat dan belalang
yang memakan daunnya.. Kedua-duanya ini tiap pengamatan meningkat tanpa ada
penurunan jumlah total.
Kemudian luas daun tiap minggunya mengalami
peningkatan namun mengalami penurunan di 21 hst dengan rerata 8.9. Dalam
penanaman kedelai kendala yang dialami pada serangan hama yang kurang diatasi
dengan semaksimal mungkin.
Dengan beberapa
pengamatan praktikum dasar agronomi bahwasanya meningkat dan menurunnya tinggi,
jumlah daun dan hasil kedelai itu ditentukan atas berbagai faktor diantaranya :
4.2.1.
Tanah
Olah tanah yang
merupakan media pendukung pertumbuhan akar. Artinya, semakin dalam olah
tanahnya maka akan tersedia ruang untuk pertumbuhan akar yang lebih bebas
sehingga akar tunggang yang terbentuk semakin kokoh dan dalam.
4.2.2.
Iklim
Untuk mencapai pertumbuhan tanaman yang optimal, tanaman
kedelai memerlukan kondisi lingkungan tumbuh yang optimal pula. Tanaman kedelai
sangat peka terhadap perubahan faktor lingkungan tumbuh, khususnya tanah dan
iklim
4.2.3.
Suhu
Tanaman kedelai dapat tumbuh pada kondisi suhu yang beragam.
Panjang hari (photoperiode)
Tanaman kedelai sangat peka terhadap perubahan panjang hari
atau lama penyinaran sinar matahari karena kedelai termasuk tanaman “hari
pendek”. Artinya, tanaman kedelai tidak akan berbunga bila panjang hari
melebihi batas kritis, yaitu 15 jam perhari
Distribusi curah hujan hal yang terpenting pada aspek
distribusi curah hujan yaitu jumlahnya merata sehingga kebutuhan air pada
tanaman kedelai dapat terpenuhi. Jumlah air yang digunakan oleh tanaman kedelai
tergantung pada kondisi iklim, sistem pengelolaan tanaman, dan lama periode
tumbuh. Namun demikian, pada umumnya kebutuhan air pada tanaman kedelai
berkisar 350 – 450 mm selama masa pertumbuhan kedelai.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Dari pengamatan yang dapat dilakukan
dapat diketahui hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang kedelai sangat
cepat dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi pada tanaman kacang kedelai.
Kacang kedelai merupakan tanaman
yang tidak butuh air terlalu banyak dan tidak boleh terlalu kering, jika
kelembaban tinggi maka tanaman ini aka membusuk begitupun juga jika teralu
kering maka tanaman kedelai ini akan mengering, jadi tanaman tersebut akan
hidup ditempat temperature yang tidak kedap air dan tidak di suhu yag tinggi
(hidup ditempat yang sedang).
5.2.
Saran
Pada pelaksanaan praktikum maupun
pada kegiatan pengamatan sebaiknya mahasiswa mengamati pertumbuhan dan
perkembangan yang terjadi pada tanaman kacang kedelai secara detail mungkin
supaya hasilnya bagus dan Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun demi sempurnanya isi laporan ini.
Daftar Pustaka
Amnah,
Rizky SP Penuntun Praktikum Dasar- Dasar Agronomi, 2011 / 2012
Jur. Agroteknologi Fak. Pertanian Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan.
http//www.wikipedia.com/Tanaman
kacang kedelai Diakses pada tanggal 28
Desember 2015 Nurul
Sarwanto, A. 2008. Budidaya Kedelai
Tropika. Penebar Swadaya : Jakarta.
Septiatin, A. 2008. Meningkatkan
Produksi Kedelai Dilahan Kering, Sawah, Dan Pasang Surut. Yrama Widya :
Jakarta.
Suhaeni, N.
2007. Petunjuk Praktis Menanam Kedelai. Nuansa : Bandung.
Fachruddin. 2000. Budidaya
Kacang Kacangan. Kanisius. Yogyakarta.
Budhi dan Amiah. 2010. Swasembada Kedelai Antara Harapan Dan
Kenyataan. Agro Ekonomi 28(1) : 55 –
68
Pitojo,
S. 2003. Seri Penangkaran Benih kedelai.
Kanisius. Yogyakarta
Lampiran


|
|


|
|


|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar